Rencana Khusus: Imigrasi Bali antisipasi WNA overstay imbas konflik Timur Tengah
Imigrasi Bali Siap Hadapi WNA Overstay Akibat Ketegangan Timur Tengah
Persiapan Terhadap Lonjakan Penumpang
Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Badung, Bali, mempersiapkan langkah-langkah untuk mengatasi kemungkinan warga negara asing (WNA) melanggar batas izin tinggal (overstay) akibat gangguan penerbangan internasional yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah. Sebagai langkah antisipatif, jumlah personel yang bertugas ditingkatkan dalam setiap jadwal kerja (shift), khususnya pada area kedatangan dan keberangkatan luar negeri.
“Tim kami secara rutin memantau perubahan kondisi global secara ketat,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, saat memberikan pernyataan di Jimbaran, Badung, Bali, pada hari Minggu. Ia menegaskan bahwa kantor tersebut terus memperhatikan situasi kritis yang terjadi di sejumlah negara, termasuk dampaknya terhadap jadwal penerbangan.
Langkah Khusus untuk Penumpang yang Terdampak
Menurut Bugie, konflik di wilayah Timur Tengah berpotensi menyebabkan WNA mengalami kesulitan meninggalkan Indonesia karena pembatalan atau penundaan penerbangan. Hal ini membuat mereka tidak bisa mengikuti jadwal keberangkatan sesuai rencana. Dalam situasi darurat, ia meminta WNA yang masa izin tinggalnya hampir habis untuk segera melaporkan diri ke Kantor Imigrasi atau Pos Layanan Keimigrasian di bandara.
Penanganan terhadap kasus overstay akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan mempertimbangkan kondisi force majeure. Bugie menegaskan bahwa proses ini tetap memperhatikan prinsip kepastian hukum serta pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Peluncuran Rute dan Koordinasi dengan Pihak Terkait
Kantor Imigrasi Ngurah Rai juga berkoordinasi erat dengan otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta instansi terkait untuk memantau pergerakan rute penerbangan dan mengaktifkan rencana cadangan. Dengan demikian, penumpang yang terkena dampak konflik dapat terlayani secara optimal.
“Prioritas utama kami adalah memastikan proses administrasi keimigrasian tetap berjalan lancar, meskipun ada gangguan dari luar,” tuturnya.
Data Terkini Mengenai Rute yang Terdampak
Sebagai informasi terbaru, berdasarkan laporan pemantauan per 1 Maret 2026 pukul 01.00 WITA, lima rute utama dari Bali terganggu akibat penutupan wilayah udara di beberapa negara Timur Tengah. Rute tersebut meliputi Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963 dan QR961), serta Emirates (EK369 dan EK399).
