Yang Terjadi Saat: Suasana Haru Selimuti Pemakaman Vidi Aldiano, Sejumlah Figur Publik Turut Berduka

Suasana Haru Selimuti Pemakaman Vidi Aldiano, Banyak Figur Publik Hadir Berduka

Pemakaman Vidi Aldiano di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dihadiri oleh sejumlah tokoh terkenal. Acara tersebut menjadi momen penuh perasaan, mengingat sang musisi yang berjuang melawan kanker ginjal telah berpulang pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB. Usia 35 tahun, Vidi meninggalkan kesedihan mendalam di kalangan kerabat dan penggemar.

Prosesi Pemakaman yang Emosional

Pemakaman berlangsung sekitar dua jam, dimulai dari pagi hingga pukul 10.00 WIB. Hujan deras mengguyur area tersebut, menciptakan suasana yang syahdu dan menggemakan rasa kehilangan. Banyak dari peserta upacara tak mampu menahan air mata, sementara lainnya saling memberi dukungan dalam kesedihan yang menggelayut.

Momen Terakhir Sang Musisi

Vidi Aldiano, yang dikenal dengan nama asli Oxavia Aldiano, meninggalkan warisan berupa musik dan semangat hidup. Meski dulu diagnosis kanker ginjal stadium tiga pada Desember 2019, ia tetap aktif dan penuh optimisme. Dukungan dari kerabat, teman, serta publik menjadi simbol kebersamaan dalam hari terakhirnya.

“Vidi adalah support system nomor satu yang selalu ada untuk saya. Ia juga mengajarkan saya rasa bersyukur,” ujar Anya Geraldine, yang hadir dalam pemakaman tersebut.

Tissa Biani mengenang Vidi sebagai sosok yang ceria dan baik hati, menyebut kepergian musisi itu sebagai duka yang luar biasa bagi industri hiburan.

Istri Vidi, Sheila Dara Aisha, tampak terpukul. Ia hadir di TPU Tanah Kusir didampingi keluarga terdekat, sementara tim pengamanan ketat diterapkan untuk menjaga privasi mereka. Sejumlah nama besar, seperti Afgan, Bunga Citra Lestari, dan Habib Jafar, serta musisi Tantri Kota, turut hadir dalam prosesi tersebut.

Pemakaman juga dihadiri oleh warga sekitar yang memadati area depan. Mereka merasakan kehilangan atas sosok Vidi yang ramah dan dekat dengan orang banyak. Dukungan terus mengalir untuk keluarga, yang kini menjadi korban kepergian sang musisi. Meski telah berpulang, karya dan semangat Vidi akan selalu dikenang sebagai bagian dari warisan Indonesia.