Program Terbaru: Penjelasan Kabais soal Panglima TNI Tetapkan Status Siaga 1 Usai Serangan AS-Israel ke Iran

Penjelasan Kabais tentang Status Siaga 1 yang Diterbitkan Panglima TNI Pasca Serangan AS-Israel ke Iran

KOMPAS.com – Kabais TNI, Letnan Jenderal Yudi Abdimantyo, mengonfirmasi bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah menerbitkan perintah status Siaga 1 setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Yudi menyatakan, instruksi tersebut berlaku untuk seluruh elemen TNI, termasuk Bais TNI. “Perintah ini bertujuan mengantisipasi situasi keamanan di dalam negeri setelah serangan AS-Israel terhadap Iran yang memicu respons dari Iran terhadap pangkalan AS di wilayah Timur Tengah serta perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri,” tutur Yudi kepada Kompas.com, Sabtu (7/3/2026).

Kepala Bais TNI tersebut menekankan bahwa TNI memiliki peran kritis dalam menjaga integritas NKRI. Oleh karena itu, setiap perubahan situasi keamanan di tingkat global, regional, atau nasional harus diperhatikan sejak awal. Dalam surat telegram yang diterima, Bais TNI diminta untuk mengarahkan Atase Pertahanan (Athan) RI melakukan pencatatan dan pemetaan WNI yang terdampak konflik antara AS, Israel, dan Iran. Tindakan ini dianggap penting karena terdapat sekitar 541.511 warga negara Indonesia yang berada di wilayah tersebut, termasuk negara-negara seperti Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, Oman, Yordania, Mesir, Yaman, Lebanon, Suriah, serta Irak.

“TNI AD sedang menyusun pasukan untuk misi penguasaan wilayah konflik, termasuk wilayah Gaza,” tambah Yudi.

Dalam rangka memastikan keamanan WNI, Bais TNI telah bekerja sama dengan KBRI dan pihak terkait. Yudi memberikan contoh bahwa evakuasi awal telah berhasil dilakukan terhadap 32 WNI di Iran melalui jalur darat ke Baku, Azerbaijan, lalu terbang ke Indonesia. Proses ini dijalankan oleh KBRI Teheran bersama Kantor Athan RI dan instansi lainnya.

Langkah Antisipasi dan Kesiapan TNI

Selain fokus pada evakuasi, Bais TNI juga melakukan persiapan untuk menghadapi dampak konflik. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak di sektor intelijen dan keamanan untuk memperkuat deteksi dini serta mencegah ancaman potensial akibat perang antara AS, Israel, dan Iran. Yudi juga menyebut bahwa pengamanan kedutaan besar di Jakarta, termasuk Kedubes AS, menjadi tanggung jawab unsur keamanan TNI dan Polri. Sebagai tambahan, satuan intelijen TNI turut mengambil langkah tersembunyi untuk menjaga kestabilan di wilayah strategis.

Pelaksanaan Kesiapsiagaan Operasional TNI

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigadir Jenderal Aulia Dwi Nasrullah, mengungkapkan bahwa kesiapan TNI dalam menjaga keutuhan negara telah diatur dalam UU TNI. “TNI berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dan responsif, dengan memastikan kemampuan serta kesiapan operasional selalu terjaga,” kata Aulia dalam pernyataan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu. Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti apel pengecekan kesiapan secara rutin menjadi bagian dari upaya menjaga kehandalan TNI di berbagai situasi strategis.