Yang Dibahas: Panitia Imbau Jemaat Disabilitas-Lansia Datang Awal Paskah Gereja Santa Maria Blok Q
Panitia Ajak Jemaat Disabilitas dan Lansia Datang Lebih Dini untuk Paskah
Panitia Gereja Katolik Santa Perawan Maria Ratu Blok Q mengingatkan jemaat disabilitas serta lansia agar hadir lebih awal dalam perayaan Paskah. Tindakan ini bertujuan memastikan kenyamanan ibadah dan mengurangi antrean di hari raya yang diharapkan ramai. Imbauan dikeluarkan menjelang ibadah Jumat Agung pada 3 April, sebagai langkah antisipatif untuk mengoptimalkan pengalaman beribadah bagi kelompok rentan.
Ketua Panitia Besar Paskah 2026, Christopher Widyastanto, menegaskan bahwa gereja memberikan prioritas kepada jemaat disabilitas dan lansia. “Dengan kedatangan lebih dini, kita bisa memastikan mereka memiliki ruang yang nyaman dan bisa ikut ibadah tanpa hambatan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa jemaat dapat mengetahui jadwal serta jam kedatangan melalui akun Instagram resmi @gerejasantablokq.
Agar Ibadah Berjalan Lancar, Gereja Siapkan Sistem Akses Terpilah
Tim penyelenggara memperkirakan ribuan jemaat akan hadir pada puncak Paskah, Sabtu (4/4), dengan jumlah maksimal mencapai 4.000 orang. Gereja Santa Perawan Maria Ratu Blok Q memiliki kapasitas 3.000 tempat, sehingga pengaturan akses menjadi penting. Pintu utama hanya satu, di Jalan Suryo, sementara dua pintu keluar tersedia di Jalan Ciasem dan Jalan Walter Monginsidi.
Kepala polisi Metro Jakarta Selatan menyiagakan 144 personel untuk memastikan keamanan di 13 titik gereja. Koordinasi antara panitia dan aparat keamanan menjadi kunci agar rangkaian ibadah Paskah berjalan aman dan teratur. “Kita tidak menerapkan sistem pendaftaran daring, jadi siapa saja yang datang akan diterima,” tambah Christopher.
Tema Paskah 2026 Fokus pada Keutuhan Lingkungan
Perayaan Paskah kali ini menggunakan tema “Keutuhan Alam Ciptaan,” yang diharapkan memberikan makna mendalam bagi jemaat. Tema ini mengajak umat beragama merenungkan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan sekitar. Dalam upaya memenuhi kebutuhan beragam jemaat, panitia menyelenggarakan tiga sesi misa: satu pada pukul 11.00 WIB dengan Bahasa Inggris, dan dua lainnya pada 15.00 WIB serta 18.30 WIB menggunakan Bahasa Indonesia.
“Kita tidak ada booking system di sini, jadi kita menerima siapa saja yang datang,” ucap Christopher Widyastanto.
Dengan persiapan matang dan pengaturan yang terorganisir, panitia berharap seluruh jemaat dapat beribadah dengan tenang. Imbauan untuk hadir lebih awal juga menjadi strategi efektif mengelola kerumunan, terutama di momen puncak Paskah yang diprediksi penuh sesak.
