• Trend
  • /
  • 4 Fakta ‘Keripik Pisang Narkoba’ Dimusnahkan Jaksa

4 Fakta ‘Keripik Pisang Narkoba’ Dimusnahkan Jaksa

Barang Bukti Narkoba yang Tidak Terduga: Keripik Pisang Jadi Saksi Bisu Penegakan Hukum

Selasa pagi di Kejari Kabupaten Bogor, suasana khusus tercipta saat sejumlah barang bukti diproses secara serius. Tak terduga, salah satu dari barang bukti itu adalah keripik pisang—bukan sekadar makanan ringan, tapi terbukti mengandung narkoba! Siapa sangka, dalam dunia penegakan hukum yang sering terasa membosankan, bisa muncul hal-hal yang menggugah perhatian dan menarik rasa ingin tahu. Pemusnahan ini bukan hanya ritual, tapi justru menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana narkoba bisa merangkul bentuk yang paling tidak terduga.

Pemusnahan yang Terencana dan Transparan

Pemusnahan barang bukti dilakukan dalam siklus tiga bulan, di mana Kejari Kabupaten Bogor menyisihkan barang-barang yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkrah).

“Jadi hari ini kami melakukan kegiatan rutin dari Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, yaitu pemusnahan barang bukti yang perkaranya sudah tidak ada upaya hukum lagi,”

ujar Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Kabupaten Bogor, Rinaldy Adriansyah. Nah, proses ini justru menunjukkan betapa seriusnya institusi kejaksaan dalam menghapus barang-barang yang bisa memicu kekacauan hukum di masa depan.

“Jadi setahun itu kami lakukan empat kali kegiatan pemusnahan. Jadi setiap tiga bulan kami lakukan mendata perkara-perkara yang inkrah periode bulan yang berjalan. Nah, yang hari ini dari bulan Oktober sampai dengan Desember,”

Kata-kata Rinaldy mengingatkan kita bahwa pemusnahan ini bukanlah kejadian acak, melainkan bagian dari sistem yang terencana. Dengan menyelesaikan barang bukti dalam jangka waktu tertentu, Kejari tidak hanya memastikan keadilan tetap terjaga, tapi juga menghindari penyalahgunaan barang-barang yang mungkin masih memiliki nilai ekonomi atau penyalahgunaan oleh pihak tertentu. Penyesuaian ini menunjukkan bagaimana lembaga hukum berusaha menjaga konsistensi dan kejelasan dalam setiap langkah.

Barang Bukti yang Beragam dan Membuktikan Kebuntuan Narkoba

Keripik pisang bukan satu-satunya barang bukti yang dihancurkan. Dalam tiga bulan terakhir, Kejari Kabupaten Bogor juga menghancurkan barang-barang yang terkait dengan UU Kesehatan, seperti kosmetik ilegal yang terbukti mengandung bahan-bahan berbahaya.

“Total perkara dari barang bukti tersebut ada sekitar 100. Yang dimusnahkan mulai dari narkoba, hingga kosmetik ilegal yang melanggar Undang-Undang Kesehatan,”

jelas Rinaldy. Ternyata, tugas kejaksaan bukan hanya menghukum pelaku, tapi juga mengusahakan kehilangan barang bukti secara permanen untuk memutus rantai penyalahgunaan.

“Untuk perkara itu sekitaran 100 perkara. Yang dimusnahkan itu ada jenis narkotika di antaranya sabu dan ganja dan tembakau sintetis,”

Kutipan ini mengingatkan kita betapa luasnya dampak narkoba. Dari sabu hingga tembakau sintetis, barang bukti tersebut menggambarkan perjalanan kriminalitas yang beragam. Namun, ada hal yang menarik: narkoba bisa ditemukan dalam bentuk yang paling tak terduga, seperti keripik pisang. Apakah ini sekadar kebetulan, atau mungkin ada sengaja di baliknya? Mungkin jawabannya terletak pada bagaimana narkoba terus beradaptasi dan menyebar ke segala sudut kehidupan.

Konteks yang Lebih Luas: Kejaksaan sebagai Penjaga Kekuatan Hukum

Pemusnahan barang bukti bukan hanya peristiwa lokal, tapi juga bagian dari upaya nasional dalam menegakkan hukum. Dengan memusnahkan barang yang sudah inkrah, Kejari Kabupaten Bogor memastikan bahwa bukti-bukti yang bisa memicu perdebatan atau penyalahgunaan kembali dihilangkan.

“Kalau infonya itu perkara itu keripik pisang itu disemprot sama zat yang mengandung narkoba,”

katanya. Tapi jenis zat narkobanya, perlu melihat hasil laboratorium. Bukan hanya dalam bentuk fisik, narkoba juga berkeliaran dalam bentuk yang tak terlihat, bahkan dalam makanan yang biasa kita konsumsi.

“Kemudian yang masuk Undang-Undang Kesehatan itu obat keras jenis Tramadol, Trihexyphenidyl sama Hexymer. Kemudian perkara pencurian dengan kekerasan ada dua buah sajam. Kemudian beberapa handphone, kemudian kosmetik,”

Dari sini kita bisa menyadari bahwa narkoba dan barang ilegal tidak hanya menyentuh ranah kejahatan, tapi juga mengancam kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Pemusnahan ini menjadi penegasan bahwa setiap langkah dalam sistem hukum harus dilakukan dengan hati-hati, agar tidak ada celah bagi kejahatan kembali hidup. Dan yang menarik, dalam kejadian ini, narkoba berusaha menembus batas-batas yang kita anggap aman—seperti makanan ringan. Itu adalah peringatan bahwa penegakan hukum harus selalu aktif, sebelum kita menyadari bahwa kejahatan sudah merangkul kehidupan kita dalam bentuk yang paling tak terduga.

Jennifer

Writer & Blogger

A passionate globetrotter, travel enthusiast, and the creative mind behind Wander Stay Finder

You May Also Like

Welcome to WanderStayFinder.com, your ultimate travel companion! I’m Jennifer, and I’m thrilled to have you join me on my adventurous journey through the world.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Contact Us

Ready to collaborate? Reach out and let’s make it happen!

© 2025 wanderstayfinder.com. All rights reserved.