Momen Bersejarah: Cerita Dokter Malah Ditilang Rp 1 Juta Saat Tolong Kejadian Serangan Jantung di Jalan
Cerita Dokter Malah Ditilang Rp 1 Juta Saat Tolong Kejadian Serangan Jantung di Jalan
Dalam sebuah insiden yang mengejutkan, seorang dokter di Inggris harus menerima denda parkir setelah meninggalkan mobilnya untuk menolong perempuan yang mengalami serangan jantung di jalan raya. Ia kini diminta membuktikan perbuatannya agar denda bisa dibatalkan. Menurut laporan The Sun, Minggu (28/12/2025), dokter tersebut bernama Dr. Nick Lagattolla, spesialis bedah konsultan dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, berbasis di The Winterbourne Hospital, Dorchester, Dorset.
Kasus Terjadi pada 15 September 2025
Kejadian terjadi pada 15 September 2025. Saat itu, Lagattolla datang ke pusat kota Dorchester untuk urusan singkat di bank. Ia memarkir mobilnya di Trinity Street, dekat Plaza Cinema. Namun, saat berjalan kembali ke mobil setelah keluar dari bank, ia melihat perempuan tiba-tiba jatuh di South Street. Wanita itu diduga mengalami serangan jantung. Mendapati situasi darurat, Lagattolla langsung bertindak.
Ia mengajak warga sekitar membawa korban ke dalam bank untuk menolongnya. Di sana, ia memberikan pertolongan medis darurat selama tiga jam. Menurutnya, tindakan itu berhasil menyelamatkan nyawa korban.
“Kami membawanya ke dalam bank, memberikan pertolongan, dan pada dasarnya menyelamatkan hidupnya,” ujar Lagattolla mengenang peristiwa tersebut.
Setelah memastikan kondisi korban stabil, Lagattolla kembali ke mobil dan pergi pulang. Namun, beberapa hari kemudian, ia terkejut menerima notifikasi denda parkir sebesar 50 poundsterling atau sekitar Rp 1,1 juta. Denda itu diberikan karena mobilnya diparkir melebihi batas waktu yang ditentukan. Beredar SMS pemberitahuan e-tilang yang menyertakan link, menurut Kejaksaan RI, merupakan bentuk penipuan.
Permohonan Buktikan Tindakan Darurat
Lagattolla mengklaim sudah menjelaskan kepada otoritas setempat bahwa ia meninggalkan mobil karena harus menolong korban yang mengalami kondisi medis kritis. Ia berharap penjelasan tersebut cukup untuk membatalkan denda.
“Saya selalu membayar tiket parkir. Namun, sangat menyebalkan karena tetap ditagih denda, padahal saya sedang menolong seseorang yang mengalami serangan jantung,” kata Lagattolla.
Dewan Dorset meminta Lagattolla menunjukkan bukti atas kejadian tersebut untuk membatalkan tilang. Menurutnya, sikap otoritas menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap situasi mendesak.
“Rasanya dewan kota tidak mempertimbangkan kondisi dan terkesan tidak adil. Tidak ada niat baik dari mereka, padahal ini situasi luar biasa,” ujarnya.
Sampai saat ini, pihak Dewan Dorset belum memberikan respons resmi terkait kasus ini. Peristiwa ini menjadi sorotan dalam konteks tingginya denda parkir di Inggris. Tahun lalu, pengemudi tercat
