Yang Dibahas: Kata-kata Riza Chalid Lancarkan Bisnis Kerry: Saya Bantuin Anak Saya
JAKARTA, KOMPAS.com
Pengusaha minyak Mohamad Riza Chalid pernah menyatakan bersedia menjadi jaminan pribadi untuk pengajuan kredit anaknya, Muhamad Kerry Adrianto Riza, terkait PT Orbit Terminal Merak (PT OTM). Hal ini terungkap saat Kerry Adrianto, yang kini berstatus terdakwa, diperiksa sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Persero.
“Ya sudahlah saya bantuin anak saya, boleh saja saya jadi personal guarantee,” kata Kerry, meniru pernyataan Riza Chalid, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Kerry menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikan Riza Chalid saat mereka berada di kantor, sekitar tahun 2014. Saat itu, ada perwakilan sebuah bank BUMN yang datang dan menanyakan apakah Riza bersedia menjadi personal guarantee untuk bisnis Kerry. Awalnya, Riza menolak ide ini.
“Sebetulnya saya keberatan. Cuman saya bilang, ya sudah deh, kita coba saja ketemu, diskusi. Nah, itu diskusinya di kantor, bukan di rumah,” ujar Kerry.
Akhirnya, Riza Chalid menyetujui menjadi personal guarantee dari PT OTM. Dalam kasus ini, total kerugian keuangan negara mencapai Rp 285,1 triliun, dengan para terdakwa melakukan tindakan korupsi dalam beberapa proyek dan pengadaan secara terpisah.
Para Terdakwa dalam Kasus
Para terdakwa meliputi:
- Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhamad Kerry Adrianto Riza;
- Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi;
- VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono;
- Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati;
- Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo;
- Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan;
- Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin;
- Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya;
- VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Edward Corne.
Proyek yang Diduga Berakibat Kerugian
Salah satu proyek yang menimbulkan kerugian adalah penyewaan terminal BBM milik PT OTM, yang mencapai Rp 2,9 triliun. Proyek ini diduga berasal dari permintaan Riza Chalid. Sementara itu, Kerry didakwa menerima keuntungan minimal 9,8 juta dollar Amerika Serikat dari penyewaan kapal pengangkut minyak.
Memburu Riza Chalid, penyidik telah memperketat ruang geraknya dengan memperoleh lokasi terendus dan mengeluarkan Red Notice dari Interpol.
