Solusi untuk: Mudik Lebaran 2026: Jangan Kaget Durasi Perjalanan Susah Diprediksi
Mudik Lebaran 2026: Jangan Kaget Durasi Perjalanan Susah Diprediksi
Jakarta, Kompas.com – Antara perjalanan panjang dan kepadatan lalu lintas, mudik Lebaran 2026 akan menghadirkan tantangan baru bagi pengemudi. Menurut Jusri Pulubuhu, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), keadaan ini sudah dikenal sejak lama. Ia menekankan bahwa rasa kaget terhadap peningkatan waktu tempuh selama masa mudik bukanlah hal yang aneh.
Cara Cari Rest Area Terdekat Saat Mudik Lebaran 2026
“Tantangan seperti perjalanan yang memakan waktu lebih lama dari biasa sudah familiar di kalangan pemudik, bahkan lebih dari dua dekade lalu,” kata Jusri kepada Kompas.com, Kamis (19/3/2026). Ia menyebutkan, waktu tempuh yang normal tiga jam bisa berubah menjadi enam atau sembilan jam.
Jusri menyarankan para pemudik untuk tidak terkejut jika perjalanan mereka terhambat. Ia menegaskan bahwa ekspektasi harus disesuaikan dengan realitas yang mungkin berbeda dari pengalaman sebelumnya. “Jika seseorang masih merasa terkejut, artinya mereka belum memahami kondisi yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
Komunitas Mobil Rayakan Prestasi Balap Lewat Aksi Berbagi di TMII
“Pemudik seharusnya tetap tenang menghadapi kemacetan yang panjang,” tambah Jusri. Ia menekankan bahwa pemilihan jalur menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kesulitan. “Cari jalur alternatif yang tidak biasa digunakan, seperti rute tengah atau jalur lain yang kurang dipilih,” sarannya.
Pengamat lalu lintas ini juga menjelaskan bahwa jalur favorit seperti Jalan Tol atau Pantura kini menjadi pusat keramaian kendaraan. Meski jaraknya lebih jauh, alternatif ini justru bisa menawarkan waktu tempuh yang lebih singkat karena volume lalu lintas yang lebih ringan. “Dengan begitu, pengemudi bisa merasa lebih nyaman meski perjalanan terasa lebih panjang,” pungkas Jusri.
