Rencana Khusus: Komandan Basij Gholamreza Soleimani Dikonfirmasi Meninggal Diserang Israel

Komandan Pasukan Basij Gholamreza Soleimani Tewas Akibat Serangan Israel

Teheran, Kompas.com – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memastikan bahwa komandan pasukan Basij, Jenderal Gholamreza Soleimani, tewas akibat serangan Israel di Teheran. Menurut pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita Iran, Tasnim, IRGC menyampaikan penghargaan tinggi terhadap jasa-jasa sang jenderal.

“Dia memainkan peran strategis dan tak tergantikan dalam memperbarui struktur Basij, mengembangkan gerakan konstruktif, menghapus kekurangan, serta memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok yang tertindas dan rentan,” tulis IRGC.

Lebih lanjut, IRGC menegaskan bahwa tindakan Israel menargetkan Soleimani mencerminkan pentingnya Basij dalam menghadapi ancaman dari kekuatan asing. “Pembunuhan ini menunjukkan betapa krusialnya peran Basij dalam pertempuran habis-habisan melawan tentara teroris Amerika, rezim Zionis, dan pasukan bayaran mereka,” tambah pernyataan tersebut.

Basij merupakan pasukan sukarelawan paramiliter yang dipimpin IRGC, didirikan oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini setelah revolusi 1979. Unit ini tersebar di berbagai kota Iran dan sering dikerahkan saat terjadi protes untuk menjaga keamanan internal.

Israel Klaim Tewaskan Ali Larijani

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan bahwa serangan tersebut juga menghilangkan Ali Larijani, kepala dewan keamanan nasional Iran. Laporan dari komandan militer Israel menyatakan bahwa kedua tokoh penting itu dieliminasi dalam serangan yang berlangsung semalam.

“Serangan terbaru, selain membunuh komandan Basij, Gholamreza Soleimani, juga memberikan kerusakan berkelanjutan pada kemampuan unit tersebut,” tulis IDF.

Menurut militer Israel, serangan di Teheran menargetkan lebih dari 10 markas Basij. Tujuan operasi ini, menurut IDF, adalah untuk meruntuhkan ratusan pusat komando dan kendali di seluruh Iran. Meskipun Basij sempat menggeser aktivitas ke lokasi alternatif di tengah kota, Israel tetap berhasil melanjutkan penyerangan.

Konflik Timur Tengah Memasuki Minggu Ketiga

Konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama tiga minggu ini telah menyebabkan korban jiwa yang signifikan. Data resmi menyebutkan setidaknya 1.300 orang tewas di Iran, 850 di Lebanon, dan 12 di Israel. Sementara itu, militer AS melaporkan 13 anggota dinas mereka gugur, dengan sekitar 200 lainnya terluka.