Kebijakan Baru: Pertama Kalinya, Iran Luncurkan Rudal Sejjil Berbobot 23,6 Ton ke Wilayah Israel

TEHERAN, KOMPAS.com- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan menggunakan rudal Sejjil pada Minggu (15/3/2026) terhadap target Israel. Penggunaan rudal strategis berbahan bakar padat ini menjadi yang pertama sejak pecahnya perang setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Serangan ini merupakan gelombang ke-54 serangan rudal balasan Iran terhadap Israel sebagai bagian dari operasi True Promise 4.

Dalam sebuah pernyataan, dikutip dariTasnim,IRGC mengatakan bahwa gelombang serangan baru tersebut juga mencakup peluncuran rudal super berat Khorramshahr. Trump Ragukan Mojtaba Khamenei Masih Hidup, Sebut Tak Pernah Muncul ke Publik Rudal itu dilengkapi dengan hulu ledak seberat dua ton, bersama dengan rudal Khaybar-shekan (Khaybar-buster), Qadr, dan Emad. Laporan tersebut mencatat,rudal Sejjilditembakkan ke pusat-pusat manajemen dan pengambilan keputusan yang memengaruhi operasi udara Israel.

IRGC juga menyatakan, serangan terbaru itu juga menargetkan infrastruktur utama Israel yang berpengaruh dalam industri militer dan pertahanannya. Gelombang serangan ini juga menyasar tempat berkumpulnya pasukan militer Israel di jantung wilayah pendudukan. Trump Sebut Iran Ingin Akhiri Perang, Teheran Justru Ogah Negosiasi dengan AS Dikutip dariThe Economic Times, rudal Sejjil yang juga dikenal dengan nama Ashura, merupakan rudal balistik yang ditenagai oleh bahan bakar padat.

Bahan bakar padat memberikan keunggulan taktis yang signifikan dibandingkan sistem bahan bakar cair. Teknologi ini memungkinkan rudal diluncurkan dalam waktu persiapan yang sangat singkat, sehingga meminimalisir risiko terdeteksi atau dihancurkan oleh sistem pertahanan musuh sebelum sempat mengangkasa. Rudal ini dikatakan sebagai rudal berat jarak jauh yang dirancang dengan struktur dua tahap dan propelan padat.

Trump Klaim Tak Butuh Bantuan Zelensky Tangani Drone Iran, Suruh Akhiri Perang Ukraina Dikembangkan di Iran, Sejjil diklasifikasikan sebagai rudal balistik jarak menengah (MRBM). Dengan perkiraan jangkauan sekitar 2.000 kilometer, rudal ini mampu menyerang target di seluruh Timur Tengah, termasuk Israel, serta sebagian Eropa dan Asia. Data dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menunjukkan, rudal tersebut memiliki panjang sekitar 18 meter dengan diameter sekitar 1,25 meter.

Rudal ini memiliki berat peluncuran sekitar 23,6 ton dan dapat membawa muatan sekitar 700 kilogram. Sejjil pertama kali diuji pada 2008, tetapi tidak ada lagi uji coba yang dilaporkan sejak tahun 2012.