Info Terbaru: Resmi, Ayatollah Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Iran Resmi Umumkan Ayatollah Mojtaba Khamenei Sebagai Pemimpin Tertinggi Baru

Iran secara resmi mengumumkan pengangkatan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru, Senin (9/3/2026). Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang meninggalkan jabatan tersebut setelah menjabat selama beberapa dekade.

Proses Pemilihan dan Wewenang Pemimpin Tertinggi

Pemimpin Tertinggi baru ini memiliki wewenang penuh dalam mengatur urusan negara Iran. Pernyataan resmi dari Majelis Ahli menyatakan, “Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem suci Republik Islam Iran,” kata badan tersebut setelah tengah malam di Teheran, seperti dilaporkan AFP.

Proses pemilihan Pemimpin Tertinggi dilakukan oleh Majelis Ahli, yang terdiri dari 88 ulama senior. Anggota badan ini dipilih secara langsung oleh masyarakat setiap delapan tahun sekali. Namun, langkah tersebut harus diakui oleh Dewan Penjaga, sebuah lembaga pengawas yang sebagian besar anggotanya ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi sebelumnya.

Kritik dari Presiden AS dan Serangan Terhadap Mojtaba

Sebelum pengumuman resmi, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa dirinya harus berperan dalam pemilihan Pemimpin Tertinggi. Ia mengkritik kandidat yang diusung, menyebutkan, “Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” ujarnya kepada ABC News.

Mojtaba juga sempat mengalami serangan udara dari Amerika Serikat dan Israel. Informasi ini disampaikan oleh dua sumber Iran kepada Reuters pada Rabu (4/3/2026). Salah satu sumber menyatakan, “Dia masih hidup. Dia tidak di Teheran ketika Pemimpin Tertinggi terbunuh,” tambahnya.

Kriteria Kandidat dan Sejarah Perubahan Kepemimpinan

Menurut konstitusi Iran, kandidat harus memenuhi syarat sebagai ahli hukum senior dengan pemahaman mendalam tentang yurisprudensi Syiah. Kualifikasi lainnya meliputi kemampuan politik, keberanian, serta pengalaman administratif.

Sampai saat ini, hanya terjadi satu kali pergantian jabatan Pemimpin Tertinggi, yaitu saat Ayatollah Ruhollah Khomeini meninggal pada usia 86 tahun di tahun 1989. Pemilihan kali ini menandai pengangkatan Mojtaba sebagai figur ulama yang dianggap kuat dalam konteks kekuasaan Iran.