Yang Dibahas: Bukan Cuma Iran, AS Baru Saja Mulai Operasi Militer di Negara Ini
Bukan Cuma Iran, AS Baru Saja Mulai Operasi Militer di Negara Ini
Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat mengamplifikasi kehadirannya dalam upaya menekan peredaran narkotika di wilayah Amerika Latin. Komando militer AS yang fokus pada penindasan kapal-kapal penyelundup narkoba di wilayah Karibia dan Pasifik mengungkapkan telah menjalin kerja sama dengan Ekuador untuk menggagalkan jaringan perdagangan obat terlarang.
Kemitraan Strategis
Mengutip laporan AFP, Minggu (8/3/2026), Komando Selatan Amerika Serikat atau United States Southern Command (SOUTHCOM) menyatakan bahwa dua negara telah meluncurkan operasi bersama yang menargetkan “organisasi teroris yang telah ditetapkan” di wilayah Ekuador. “Operasi ini mencerminkan komitmen mitra di Amerika Latin dan Karibia dalam melawan ancaman narko-teroris,” tulis SOUTHCOM dalam posting di platform X.
“Bersama-sama, kami mengambil tindakan tegas untuk menghadapi para narko-teroris yang selama ini menebar teror, kekerasan, dan korupsi terhadap warga di seluruh belahan bumi ini,” tambah pernyataan tersebut.
Dampak Negatif Perdagangan Narkoba
Perdagangan narkoba telah memicu pertarungan wilayah sengit dan dalam beberapa tahun terakhir mengubah Ekuador dari negara yang relatif aman menjadi salah satu yang paling berdarah di kawasan Amerika Selatan. Sekitar 70% narkotika yang diproduksi Kolombia dan Peru, dua produsen kokain terbesar dunia, dikirim melalui jalur Ekuador.
Lokasi strategis Ekuador menjadikannya pusat pengiriman utama narkoba dalam jaringan global. Kelompok-kelompok teroris memanfaatkan pelabuhan negara ini sebagai akses untuk mengarahkan kokain ke pasar internasional.
Kerja Sama Keamanan
Kerja sama keamanan antara AS dan Ekuador meningkat drastis sejak Daniel Noboa, mantan pendukung Presiden Trump, memimpin pemerintahan pada 2023. Pemimpin pemerintah Ekuador tersebut mengungkapkan bahwa Washington termasuk dalam “sekutu regional” yang berpartisipasi dalam operasi melawan kartel narkoba.
Sehari setelah pengumuman kolaborasi, Noboa menggelar pertemuan di Quito dengan kepala SOUTHCOM, Francis Donovan, serta Mark Schafer, pimpinan Operasi Khusus AS untuk Amerika Tengah, Selatan, dan Karibia. Dalam diskusi, mereka membahas rencana berbagi informasi dan koordinasi di bandara serta pelabuhan laut.
Penyesuaian Pasca-Pemungutan Suara
Penempatan personel Angkatan Udara AS di bekas pangkalan militer di kota pelabuhan Manta, pada Desember, menunjukkan langkah baru dalam kemitraan tersebut. Meski rakyat Ekuador menolak pembukaan kembali pangkalan militer asing lewat referendum November tahun lalu, upaya AS untuk memperkuat kehadiran militer tetap berlanjut.
(luc/luc) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article AS Siap-Siap Lakukan Invasi, 3 Bomber Nuklir Mendekat ke Negara Ini
