Agenda Utama: Jangan Katakan 10 Kalimat Ini Jika Mau Anak Sukses di Masa Depan
Jangan Katakan 10 Kalimat Ini Jika Mau Anak Sukses di Masa Depan
Menjadi orang tua adalah tanggung jawab yang kompleks. Seorang ayah atau ibu dituntut menjadi teladan, terutama dalam kebiasaan berbicara. Cara mengucapkan kalimat memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan anak. Dengan memahami ucapan yang perlu dihindari, orang tua bisa menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan emosional dan akademik si kecil.
Pujian yang Tak Sepenuhnya Baik
Katakan ‘kamu anak yang baik’ atau ‘good job’ saat anak berhasil mengerjakan sesuatu, tapi ini justru bisa membuat si kecil tergantung pada pujian luar. Jenn Berman, penasihat orang tua dan penulis buku The A to Z Guide to Raising Happy Confident Kids, menyarankan untuk memberikan pujian yang spesifik dan jelas. Misalnya, ucapkan, ‘assist yang bagus, ayah/ibu senang dengan cara kamu mencari teman,’ daripada hanya ‘permainan yang hebat’.
“Pujian yang spesifik membantu anak memahami kekuatan dan kelebihan mereka, bukan sekadar bergantung pada komplimen dari orang lain,” kata Berman.
Kalimat yang Mengenai Tekanan
Frasa ‘berlatih adalah kunci kesempurnaan’ ternyata bisa menambah beban anak. Joel Fish, penulis 101 Ways to Be a Terrific Sports Parent, menjelaskan bahwa ucapan ini membuat anak merasa gagal jika tidak berusaha keras. Sebaiknya, orang tua menggunakan alasan yang positif, seperti ‘kamu akan tumbuh lebih baik dan aku bangga pada kemajuanmu.’
“Kalimat ini memberi kesan bahwa kesalahan berarti kurang berusaha, bukan bantuan untuk mengembangkan kekuatan diri,” tulis Fish.
Menangis Bukanlah Kesalahan
Kata ‘jangan menangis’ sering diucapkan saat anak jatuh atau terluka, tapi ini justru bisa mengabaikan emosi mereka. Nancy McBride, direktur eksekutif National Center for Missing & Exploited Children, menjelaskan bahwa konsep ini belum dipahami anak kecil. Alih-alih menghentikan menangis, orang tua sebaiknya membantu si kecil mengenali perasaan mereka.
“Cobalah memberikan pelukan dan tanyakan apakah mereka ingin diobati atau mendapatkan ciuman,” saran McBride.
Kata ‘Cepat!’ yang Membuat Stres
Ucapan ‘cepat!’ untuk mendorong anak bergerak lebih cepat ternyata bisa menambah tekanan. Linda Acredelo, asisten penulis Baby Minds, mengatakan bahwa kata ini memberi kesan bahwa orang tua berada di sisi yang sama dengan anak, tapi bisa memicu rasa tidak aman.
“Kata ‘cepat!’ justru menunjukkan bahwa kecepatan adalah hal yang harus dicapai, bukan bantuan untuk relaksasi,” ujar Acredelo.
Diet di Depan Anak: Pengaruhnya Negatif
Saat orang tua sedang menimbang berat badan di depan anak, pesan bahwa tubuh kurus lebih baik bisa memengaruhi persepsi si kecil. Marc S. Jacobson, profesor pediatri dan epidemiologi dari Nassau University Medical Center, menyebutkan bahwa anak-anak mungkin mengembangkan citra tubuh yang tidak sehat jika terus-menerus melihat orang tua memikirkan berat badan.
Membatasi Interaksi dengan Orang Asing
Kalimat ‘jangan berbicara dengan orang asing’ juga perlu dihindari. Anak kecil bisa mengartikan orang yang tidak dikenal sebagai ancaman jika orang tua terlalu sering mengingatkan mereka. Skenario yang lebih baik adalah menjelaskan situasi, seperti, ‘kalau ada orang tak dikenal menawarkan permen dan ajakan pulang, kamu harus bagaimana?’ Ini membantu anak memahami bahwa tidak semua orang asing jahat.
Simpan Uang untuk Hal yang Lebih Penting
Kalimat ‘kita tidak punya uang’ saat anak meminta mainan mahal bisa membuat si kecil merasa orang tua tidak mampu mengelola keuangan. Jayne Pearl, penulis Kids and Money, menyarankan untuk menjelaskan dengan lebih jelas, seperti, ‘kita sedang menyimpan uang untuk hal-hal yang lebih penting,’ agar anak memahami bahwa pengelolaan keuangan adalah proses yang penting.
