Strategi Penting: Potret Remaja di Depok Ikut Lomba Lari: Tanpa Alas Kaki dan Baju, Tetap Gas

Potret Remaja di Depok Ikut Lomba Lari: Tanpa Alas Kaki dan Baju, Tetap Gas

Di malam Sabtu (7/3), jalanan depan Terminal Jatijajar Depok, Jawa Barat, diubah menjadi tempat lomba lari. Lima remaja berdiri di dua jalur yang dibatasi pagar air oranye. Mereka mengambil posisi jongkok, mirip atlet profesional, untuk memulai kompetisi.

Lomba lari yang dinamakan Depok Night Run 2026 ini digelar oleh Polres Metro Depok. Tujuannya adalah menekan tindakan kenakalan remaja di wilayah tersebut. Peserta sepakat tidak menggunakan sepatu, dan sebagian bahkan melepas pakaian mereka.

Area lomba juga dihadiri oleh warga yang menyaksikan dari sekitar lokasi. Saat bendera start dikibarkan, para penonton ramai dan saling mendorong peserta. Meski bukan ajang profesional, peserta tetap berusaha menunjukkan prestasi maksimal.

“Supaya tidak mengganggu ketertiban umum, makanya kita fasilitasi mereka di Terminal Jatijajar,” kata Jupriono saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/3).

Peserta dibagi dalam dua kategori berdasarkan berat badan: 50-75 kg dan 76-100 kg. Jarak tempuh untuk semua kategori sama, yaitu 100 meter. Beberapa peserta terjatuh dan terluka selama lomba, tetapi Jupriono memastikan mereka telah mendapat perawatan medis oleh tim Kecamatan Tapos.

“Senang karena sebelumnya dibubarin terus, kalau ada event ini jadi semangat terus bisa persiapan juga,” ujarnya.

Lomba yang diadakan di tingkat Polsek ini akan dilanjutkan ke tingkat Polres. Pemenang dari setiap Polsek akan bertanding di tingkat kota, sesuai rencana yang diumumkan minggu depan.