Momen Bersejarah: Emosi Para Korban Investasi Bodong Geruduk Rumah Pelaku di Tenjo Bogor

Emosi Para Korban Investasi Bodong Geruduk Rumah Pelaku di Tenjo Bogor

Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), menjadi tempat kejadian dugaan penipuan melalui skema investasi sembako. Sejumlah warga yang terkena kerugian berkumpul di rumah diduga pelaku untuk menuntut keadilan secara langsung.

Viral di Media Sosial

Video yang menunjukkan aksi warga mendatangi rumah terduga pelaku penipuan investasi beredar luas di platform media sosial. Terekam dalam footage, para warga, terutama ibu-ibu, menghampiri rumah salah satu penduduk sambil membawa karton yang dihiasi berbagai tulisan.

“Saya mendapat laporan ada kerumunan warga di Puri Tenjo, mereka berkumpul di rumah orang. Setelah saya datangi, ternyata warga tersebut diduga menjadi korban penipuan investasi sembako, minyak goreng, dan gula pasir,” ujar Kapolsek Tenjo Iptu Hendrik.

Kapolsek Mengungkap Detail Kasus

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/3) siang. Iptu Hendrik dan tim kepolisian hadir di lokasi untuk mengendalikan situasi dan mencegah tindakan kekerasan yang mungkin terjadi.

“Kita datang ke sana agar warga tidak melakukan tindakan anarkis. Pelaku sudah kabur, jadi khawatir ada yang merampas barang-barang orang,” jelas Hendrik.

Pengamanan dilakukan agar tidak terjadi kerusuhan. Setelah situasi stabil, warga akhirnya bersedia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek. “Situasinya kondusif, lalu saya sosialisasikan soal prosedur hukum. Akhirnya mereka mau ikut ke Polsek untuk membuat laporan,” tambah Hendrik.

Kasus Terungkap dengan 43 Korban

Dikutip dari laporan detikcom, Iptu Hendrik Hartono mengungkap bahwa 43 warga menjadi korban penipuan tersebut. Kerugian total diperkirakan mencapai Rp 1,1 miliar.

“Informasi awal menunjukkan sekitar 43 orang terkena dampak. Banyak dari mereka menginvestasikan uang ke pelaku dengan iming-iming keuntungan besar,” kata Hendrik.

Korban terdiri dari perempuan yang menginvestasikan dana antara 60 juta hingga 200 juta. “Harga minyak goreng di pasar 39 ribu per kilo, tapi pelaku menjual 30 ribu. Setelah banyak orang mengikuti investasi, dia kabur,” imbuhnya.

Saat ini, kasus masih dalam penyelidikan. Saksi-saksi sudah diperiksa, dan rumah pelaku dipasangi garis polisi untuk mencegah warga memaksa masuk. “Hingga kini, hanya dua orang yang diperiksa, yaitu pelapor dan admin investasi. Jumlah korban belum pasti lengkap, bisa saja bertambah,” tambah Hendrik.