Rencana Khusus: Gubernur Maluku Tegaskan Sinkronisasi SDA Penting untuk Perkuat Pertahanan Maritim Maluku
Gubernur Maluku Tegaskan Sinkronisasi SDA Penting untuk Perkuat Pertahanan Maritim Maluku
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyoroti pentingnya pengaturan kebijakan pembangunan bersama pengelolaan sumber daya alam (SDA) sebagai langkah krusial dalam memperkuat pertahanan maritim wilayah Maluku. Menurutnya, wilayah ini harus menjadi pusat pengembangan ekonomi dan pertahanan nasional melalui integrasi yang harmonis antara aspek ekonomi, infrastruktur, serta keamanan laut.
SDA sebagai Bagian dari Sistem Pertahanan Nasional
Lewerissa menegaskan bahwa kekuatan pertahanan Maluku tidak terbatas pada aspek militer, tetapi mencakup pengelolaan perikanan, hubungan antar wilayah, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Kawasan perbatasan harus kita ubah menjadi sabuk kemakmuran,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pembangunan terpadu akan menjadikan wilayah tersebut bukan hanya sebagai titik pertahanan, tetapi juga sentral ekonomi yang berdampak langsung pada penduduk setempat.
“Kita menghadapi paradoks, kekayaan laut yang besar belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Di sinilah pentingnya sinkronisasi kebijakan agar manfaatnya dirasakan langsung.”
Pemerintah Provinsi Maluku sedang menerapkan beberapa inisiatif strategis untuk mewujudkan tujuan ini. Salah satunya adalah pengembangan kawasan pelabuhan terpadu yang bertujuan memperkuat sistem logistik dan mobilitas. Selain itu, peningkatan konektivitas antar pulau juga dilakukan untuk menekan biaya distribusi barang. Potensi perikanan di Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Arafura menjadi fokus utama, dengan pengelolaan berkelanjutan sebagai prioritas.
Kolaborasi dan Tantangan dalam Pembangunan Maritim
Kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan TNI Angkatan Laut, menjadi penunjang utama dalam penguatan keamanan laut sekaligus pendukungan pengembangan wilayah. Wilayah perbatasan, terutama 19 pulau kecil di Maluku, diubah menjadi pusat pertumbuhan baru melalui pendekatan integratif. Namun, tantangan seperti praktik penangkapan ikan ilegal dan kerusakan lingkungan laut masih menjadi hambatan utama.
Dalam konteks geopolitik, posisi geografis Maluku di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III membuatnya memiliki peran strategis dalam keamanan nasional. Meski demikian, ketimpangan pembangunan akibat biaya logistik yang tinggi perlu diperbaiki melalui sinkronisasi kebijakan yang lebih optimal.
Capaian Pertumbuhan Ekonomi dan Visi Masa Depan
Dalam setahun kepemimpinannya, Pertumbuhan Ekonomi Maluku mencapai 5,54 persen, melebihi rata-rata nasional, yang menunjukkan keberhasilan strategi pembangunan berbasis maritim. Lewerissa juga menyampaikan komitmen Pemprov Maluku dalam pembangunan berlandaskan nilai-nilai agama, yang diharapkan menjadi fondasi kerukunan abadi masyarakat.
Terlepas dari capaian tersebut, gubernur menyerukan sinergi partai politik dengan pemerintah untuk mendorong percepatan proyek strategis nasional, termasuk Blok Masela, yang diharapkan berproduksi pada 2029. Ia juga menyebutkan bahwa mobilitas masyarakat harus terus didukung, seperti layanan Penyeberangan Hunimua Waipirit yang dioperasikan 24 jam selama libur Paskah, 3–5 April 2026.
