Rencana Khusus: Iran Setop Ekspor Pangan, PKB Minta RI Perkuat Produksi Dalam Negeri

Iran Setop Ekspor Pangan, PKB Minta RI Perkuat Produksi Dalam Negeri

Pernyataan Pemerintah Iran

Pemerintah Iran telah menghentikan ekspor semua produk pangan dan pertanian sebagai respons terhadap konflik dengan AS dan Israel yang berlangsung hampir empat hari. Langkah ini diumumkan dalam pernyataan resmi, seperti dilaporkan oleh kantor berita Tasnim dan AFP, Selasa (3/3). Iran memprioritaskan kebutuhan rakyat dalam negeri dengan mengaktifkan rencana darurat sejak hari pertama serangan, yaitu Sabtu (28/2).

PKB Serukan Kesiapan Produksi Lokal

Anggota Komisi IV DPR dan Ketua DPP PKB, Daniel Johan, menanggapi kebijakan tersebut. Ia mengingatkan bahwa perlunya meningkatkan produksi pangan di dalam negeri agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor, terutama untuk bahan yang strategis.

“Kawasan ini sangat berkaitan dengan pasokan energi dan pupuk global. Ketika konflik memanas, harga minyak dan biaya logistik cenderung melonjak, yang bisa memengaruhi ongkos produksi pertanian, pakan, distribusi, hingga harga pangan di pasar,” kata Daniel kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Menurut Daniel, pemerintah harus memastikan ketersediaan pupuk, benih, serta dukungan finansial bagi para petani tetap terjaga. Stabilitas harga energi juga dinilai krusial untuk mencegah peningkatan biaya produksi yang signifikan.

“Dengan penguatan produksi domestik dan pengelolaan stok yang baik, kita bisa meminimalkan risiko kelangkaan pangan dan melindungi masyarakat dari dampak gejolak global,” tambahnya.

Daniel juga menekankan perlunya antisipasi terhadap fluktuasi harga dunia. Ia mengusulkan optimasi hasil panen petani dan pengawasan distribusi agar tidak terjadi spekulasi atau penimbunan barang.

“Koordinasi lintas kementerian penting untuk menjaga konsistensi kebijakan energi, perdagangan, dan pertanian, sehingga stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” jelas Daniel.