Kebijakan Baru: Ibas Dorong Perempuan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa dan Wisata
Ibas Dorong Perempuan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa dan Wisata
Minggu (1/3), dalam acara Sosialisasi Bimbingan Teknis Reses Ramadan Religi di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VII, WAKIL Ketua MPR RI serta Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengungkapkan tekadnya untuk meningkatkan peran perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan desa. Ia menekankan bahwa kaum perempuan memainkan peran kritis dalam memajukan ekonomi dan pariwisata lokal.
Dalam sesi dialog terbuka, peserta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, termasuk kebutuhan bimbingan teknis bagi pengusaha makanan khas Ponorogo dan akses ruang promosi di kawasan wisata strategis seperti Benteng dan Museum Trinil. Ibas menjawab dengan menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata yang inklusif, di mana masyarakat setempat harus menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton. “UMKM perlu dikembangkan secara berkelanjutan, didasari kebutuhan daerah, dan dikuatkan melalui branding serta promosi kreatif agar produk lokal bisa bersaing di pasar nasional,” tambahnya.
Komitmen Strategis untuk Perempuan Desa
Ibas merumuskan empat langkah utama untuk memperkuat peran perempuan di tingkat desa. Pertama, pengembangan ekonomi melalui akses permodalan dan digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kedua, pengawasan program penurunan stunting melalui edukasi gizi di Posyandu. Ketiga, peningkatan literasi digital agar produk unggulan desa bisa mendapat tempat di pasar nasional. Terakhir, penguatan nilai Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
“Jika perempuan kuat, maka keluarga kuat. Jika keluarga kuat, bangsa ini akan kuat,” kata Anggota Komisi VI DPR RI tersebut.
Dalam pidatonya, Ibas juga menyebut data BPS yang menunjukkan bahwa 64 persen dari pelaku UMKM adalah perempuan. “Ini adalah kekuatan besar bagi pembangunan ekonomi nasional, khususnya di sektor pariwisata desa yang saat ini menjadi prioritas daerah,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Ibas mengajak perempuan untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperkuat karakter dan solidaritas sosial. Ia mengutip semangat RA Kartini, berharap Ramadan tahun ini menjadi titik balik keberanian perempuan desa dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan peran sosial mereka.
