Table of Contents
ToggleKonflik TNI dan WNA di Tambang Emas Ketapang
Nah, di tengah hiruk-pikuk aktivitas tambang emas di Kalimantan Barat, sebuah konflik tak terduga berlangsung di tengah malam. Sebuah insiden yang memicu ketegangan antara warga negara asing (WNA) asal China dan prajurit TNI di area tambang PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) di Kabupaten Ketapang, membuat publik langsung berspekulasi. Apakah ini sekadar pertengkaran kecil, atau justru sebuah proyek besar yang tersembunyi? Kejadian tersebut memang terdengar sederhana, tapi di baliknya ada cerita yang lebih dalam.
Dua Kubu dalam Perusahaan
Sebelumnya, PT SRM sendiri justru menjadi tempat sengitnya perang internal. Dalam perusahaan yang seharusnya harmonis, muncul dua pihak yang saling bersikap keras. Satu kubu, dipimpin oleh Li Changjin, dan kubu lainnya, dipimpin Firman. Keduanya sama-sama mengklaim telah mengesahkan direksi baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Juli 2025. Tapi, siapa yang benar? Siapa yang justru melanggar aturan? Pertanyaan itu menggema, terutama setelah insiden berdarah di areal tambang.
“Masalah WNA itu sudah











